BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam keseluruhan upaya pendidikan, proses belajar mengajar merupakan aktivitas yang paling penting. Karena melalui proses belajar inilah pendidikan akan dicapai dalam bentuk perubahan tingkah laku. Menurut Lindquist (dalam Ermayanti, 2001:1). Menyatakan bahwa, “Salah satu tujuan belajar fisika adalah untuk mengembangkan cara berfikir yang teratur dan analitis.”
Fisika sebagai satu disiplin ilmu merupakan pengetahuan yang sangat penting terutama dalam era globalisasi yang sserba canggih sekarang ini. Dalam pengembangan fisika tidak terlepas kaitannya dengan pendidikan terutama perkembangan IPTEK, mengingat pentingnya fisika dengan ilmu pengetahuanserta dalam kehidupan pada umumnya, maka fisika perlu dikuasai dan dipahami oleh semua lapisan masyarakat, terutama bagi siswa sekolah formal. Ruseffendi (1991 :94) menyatakan bahwa “Fisika penting sebagai pembentukan sikap. Oleh karena itu salah satu tugas guru adalah untuk mendorong siswa agar dapat belajar fisika dengan baik.”
| 1 |
Adapun yang diucapkan oleh Zulkardi (2001:2) bahwa, “Masalah umum fisika telah banyak dan telah diketahui oleh orang awam, diantaranya adalah rendahnya rata-rata perolehan NEM fisika, serta minat belajar fisika yang dianggap sulit oleh para siswa.”
Kita mengetahui bahwa dalam mempelajari fisika memerlukan tingkat generalisasi dan keabstrakan yang tinggi, sehingga pemahaman siswa terhadap konsep fisika lemah bahkan banyak konsep yang dipahami secara keliru. Hal ini ditegaskan oleh Ruseffendi (1991 : 156) bahwa, “Terdapat banyak anak-anak yang setelah belajar fisika bagian yang sederhana pun banyak yang tidak dipahami, banyak konsep yang dipahami secara keliru. Fisika dianggap sebagai ilmu yang ruwet, sukar dan memperdayakan”.
Jadi dengan kata lain banyak siswa yang belum memahami konsep fisika dengan benar salah satunya disebabkan oleh materi yang disampaikan guru terlalu abstrak, sehingga hasil belajar yang didapatkan oleh siswa masih dibawah nilai yang diharapkan.
Melihat permasalahan tersebut memiliki asumsi bahwa dengan model Reciprocal Learning dapat meningkatkan prestasi belajar fisika, sehingga peneliti mengambil judul untuk penelitian ini adalah Penggunaan Model Reciprocal Learning pada Pembelajaran Fisika Konsep Gejala Gelombang Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XII IPA SMA Negeri I Beber Kabupaten Cirebon.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka dalam rumusan masalah penelitian ini adalah:
1. Adakah motivasi siswa dalam proses pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning?
2. Adakah aktivitas dan kreatifitas siswa pada proses pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning?
3. Adakah peningkatan prestasi belajar siswa pada proses pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning?
C. Tujuan Penelitian
Seperti yang dikemukakan pada latar belakang masalah, secara umum penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning.
Adapun yang menjadi tujuan khusus adalah:
1. Untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi siswa pada pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning.
2. Untuk mengetahui adanya peningkatan aktivitas dan kreatifitas siswa pada pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning.
3. Untk mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar siswa pada pembelajaran fisika dengan menggunakan model Reciprocal Learning.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang dapat diambil adalah:
1. Bagi Guru:
· Menambah wawasan mengenai pembelajaran dengan model Reciprocal Learning.
· Termotivasi untuk menggunakan teknik dan metode baru dalam proses pembelajaran.
2. Bagi Siswa:
· Dapat mempermudah dalam memahami konsep fisika karena segala hal pembelajaran dikaitkan dengan kenyataan kehidupan sehari-hari.
3. Bagi Peneliti:
· Temuan-temuan baru yang inovatif dalam penelitian dapat digunakan sebagai langkah awal dalam penelitian yang akan datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar