BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Kegiatan Pembelajaran Siklus I
a. Deskripsi kegiatan Pembelajaran Siklus I
Pembelajaran pertama dilaksanakan pada hari selasa tanggal 19 September 2007 yang berlangsung selama 2 jam pelajaran (90 menit). Mulai pukul 08.30 sampai pukul 09.30 WIB dengan topik yang dibahas yaitu membahas dan menjelaskan pengertian tentang sifat-sifat gelombang.
Pada pertemuan pertama ini guru terlebih dahulu mengabsen siswa dan menginformasikan penerapan model Reciprocal learning serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada tahap apersepsi, guru melakukan metode tanya jawab mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan penyajian materi.
Pada tahap penyajian materi, guru fisika memberikan suatu permasalahan yang digambarkan dalam LKS 1 yang sudah disusun. Pada tahap ini guru memberikan pengarahan tentang cara dan pelaksanaan pekerjaan serta bagaimana siswa harus mengerjakannya.
Pada pertemuan ini siswa dibentuk dalam beberapa kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 5-6 orang anggota untuk mendiskusikan permasalahan yang digambarkan pada LKS 1. Guru membimbing siswa secara teliti dalam mengubah permasalahan menjadi model reciprocal learning, karena masih banyak siswa yang belum memahami dalam mengubah permasalahan menjadi model reciporal learning.
Setelah selesai mengerjakan permasalahan pada LKS 1, selanjutnya yaitu tahap penyajian jawaban. Pada tahap ini siswa belum terlalu antusias untuk menyajikan empat strategi pemahaman mandiri yang merupakan karakteristik dari pembelajaran berbalik (Reciprocal learning) yaitu: dialog antar siswa dengan guru, dimana masing-masing mendapat giliran untuk memimpin diskusi, interaksi antar siswa untuk merespon permasalahan, merangkum dan membuat pertanyaan serta mengklarifikasikan dan memprediksi terhadap permasalahan yang sedang mereka hadapi bersama.
Setelah diskusi kelas selesai, guru membimbing untuk menyimpulkan materi yang sudah dipelajarinya. Pada akhir pembelajaran guru memberikan soal tes formatif 1. Setelah waktu yang digunakan habis guru mengumpulkan hasil tes formatif dan menutup pelajaran dengan mengingatkan siswa untuk mempelajari topik pembelajaran yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
b. Refleksi Pembelajaran Siklus I
Kegiatan pembelajaran pada hari pertama berjalan dengan lancar dan tertib. Pada umumnya siswa senang dengan proses pembelajaran fisika menggunakan model Reciprocal learning. Namun ada beberpa hal yang perlu diperhatikan dan perlu diperbaiki pada proses pembelajaran selanjutnya. Yang pertama yaitu masalah pengaturan waktu yang kurang efektif, oleh karenanya guru harus bisa mengatur allokasi waktu yang dibutuhkan pada setiap tahap pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Selanjutnya pada tahap kegiatan inti atau tahap penyajian materi maupun pada tahap diskusi, siswa belum terbiasa untuk mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan dan mengklarifikasikan maupun memprediksikan terhadap permasalahan yang diberikan oleh guru.
Pada waktu mengerjakan LKS cukup banyak siswa yang mengalami kesulitan, namun mereka enggan untuk bertanya. Untuk itu guru perlu memberikan motivasi yang kuat kepada siswa sehingga siswa mempunyai keberanian serta percaya diri untuk bertanya, menjawab dan mengemukakan pendapatnya.
Pada saat pelaksanaan tes formatif banyak siswa yang kaget karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari guru, untuk itu guru sebaiknya pada awal pertemuan harus memberitahukan terlebih dahulu rencana pemberian tes formatif di akhir pertemuan, dengan penjelasan untuk melihat tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
2. Kegiatan Pembelajaran Siklus 2
a. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran siklus 2
Pembelajaran hari kedua dilaksanakan pada hari kamis 28 September 2007 selama 2 jam pelajaran (90 menit), seperti pembelajaran sebelumnya topik yang di bahas yaitu mengenai persamaan gelombang.
Pertemuan kedua ini berlangsung dengan baik, seperti halnya pada tindakan pertemuan pembelajaran pertama. Kegiatan awal dimulai dengan mengabsen siswa, yang kemudian dilanjutkan dengan informasi oleh guru tentang penggunaan model reciprocal learning. Pada tahap apersepsi, guru melakukannya dengan metode tanya jawab mengenai cara mengubah permasalahan menjadi model fisika, beberapa orang siswa sudah mulai berani mengemukakan pendapatnya serta ada siswa yang berani menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.
Pada tahap penyajian materi guru memberikan permasalahan kembali yang telah digambarkan pada LKS 2. Pada pertemuan kedua ini siswa masih seperti biasa dibagi dalam beberapa kelompok heterogen, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan diskusi kelompok antar anggota masing-masing. Guru mengamati jalannya diskusi serta sesekali memberikan pengarahan kepada kelompok yang memang belum memahami benar tentang permasalahan dalam LKS 2 tersebut. Selanjutnya ketika diskusi kelompok berlangsung sudah ada dari beberapa siswa yang mulai berani mengajukan pertanyaan kepada gurunya, namun guru tidak langsung memberikan jawaban, akan tetapi guru memberikan kesempatan kepada siswa dengan melemparkan lagi pertanyaan tersebut kepada siswa dari anggota kelompok yang lain untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.
Ada beberapa siswa yang sudah berani menjawab pertanyaan dari teman kelompoknya yang lain, hal ini menandakan bahwa siswa telah mulai mengerti dan memahami terhadap model pembelajaran fisika yang sedang mereka hadapi. Sehingga dengan demikian proses pembelajaran pada pertemuan kedua ini terlihat hidup, siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran.
Pada tahap penyajian jawaban LKS, banyak siswa yang berani menyajikan jawaban di depan kelas. Ketika seorang siswa menyajikan jawaban, beberapa siswa yang lainnya berani memberikan tanggapan dan mengajukan pertanyaan. Namun masih ada siswa yang tidak berani menanggapi dan mengajukan pertanyaan.
b. Refleksi Pembelajaran Siklus 2
Pada tahap apersepsi guru sudah mampu menginformasikan pembelajaran dengan menggunakan model reciprocal learning secara jelas, sehingga siswa dapat memahami proses pembelajaran dengan reciprocal learning ini. Pemahaman siswa terhadap permasalahan yang diberikan menunjukan adanya peningkatan, hal ini dapat terlihat dari banyaknya siswa yang mampu mengubah permasalahan menjadi model reciprocal learning dan mampu menyelesaikan permasalahan sesuai dengan maksud dari permasalahan yang diberikan tanpa ada yang terlewati artinya mereka sudah mulai menerapkan empat kriteria pemahaman mandiri yang menjadi karakteristik dari pembelajaran berbalik (reciprocal learning), disamping itu ada beberapa siswa yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa lain.
Guru pada kesempatan ini sudah mampu menerapkan/mengatur waktu yang dibutuhkan pada setiap tahap pembelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan proporsinya. Waktu yang digunakan untuk mengerjakan LKS pun dibatasi. Akibatnya siswa bisa menggunakan waktu seefektif mungkin, namun masih ada beberapa siswa yang masih bersenda gurau dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Pada tahap akhir guru memberikan evaluasi berupa tes formatif pun masih memiliki waktu yang cukup dibanding pada pembelajaran di siklus I yang sempat kececeran waktu.
Pada tindakan pembelajaran siklus 2 ini masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan acuan untuk bahan perbaikan, seperti masih ada siswa yang belum serius dalam menyelesaikan permasalahan pada LKS 2, ada juga beberapa siswa yang masih malu-malu untuk mengajukan pertanyaan baik kepada guru maupun kepada siswa lain, meskipun mereka kurang memahami permasalahan yang diberikan. Oleh karena itu guru harus terus memberikan motivasi yang kuat agar mereka dapat seperti siswa yang lain untuk berani mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan ataupun sanggahan dalam menyelesaikan diskusi kelas.
3. Kegiatan Pembelajaran Siklus 3
a. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran siklus 3
Pembelajaran pada siklus 3 dilaksanakan pada hari jum’at 5 Oktober 2007 seperti biasa. Pembelajaran pada siklus ke 3 masih mengacu pada pembelajaran sebelumnya dan melakukan beberapa perbaikan yang ada pada pembelajaran di siklus-siklus sebelumnya. Pada pertemuan ini kembali guru menyajikan topik mengenai superposisi gelombang.
Seperti biasa pada tahap awal pembelajaran guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, serta siswa pun sudah mulai terbiasa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing. Pada tahap apersepsi sebagaimana lazimnya guru menanyakan materi pelajaran dari pertemuan sebelumnya, beberapa dari siswa ada yang berani memberikan klarifikasi mengenai kesimpulan dari materi pelajaran sebelumnya.
Pada tahap kegiatan inti siswa terlihat begitu semangat dalam bekerja sama dengan kelompoknya bahkan mereka begitu serius dalam menyelesaikan permasalahan yang ada pada LKS 3. Sebagaimana biasanya guru berkeliling membimbing siswa dalam diskusi kelompok. Selanjutnya pada tahap penyajian materi selesai diskusi kelompok dilanjutkan dengan diskusi kelas ditemukan beberapa dari perwakilan kelompok siswa sudah mulai muncul inisiatif dan kreatifitas dari siswa dalam mempresentasikan hasil jawabannya di depan kelas bahkan ada dari siswa yang menampilkan charta/alat peraga yang mereka buat sendiri ketika diskusi kelompok untuk ditampilkan dalam diskusi kelas. Selain itu peneliti di buat tercengang lagi oleh penampilan dari beberapa siswa yang menirukan gaya pemimpin atau para tokoh terkenal ketika mereka beradu argumentasi dalam debat antar kelompok dan cara menyampaikan pertanyaan serta penyelesaian terhadap pertanyaan-pertanyaan, sehingga betul-betul suasana pembelajaran semakin kondusif.
Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyimpangan dalam memahami materi, gurupun melakukan pengarahan-pengarahan terhadap beberapa pertanyaan-pertanyaan dari siswa lain dalam adu debat tersebut. Ketika itu pula terjadi tepuk tangan dari seluruh siswa tatkala suasana kelas sudah menunjukan respon yang cukup klimaks dalam adu debat tersebut. Pada tahap kegiatan akhir guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dipelajari dengan mengaplikasikan beberapa contoh pada kehidupan sehari-hari. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi yaitu berupa pelaksanaan tes formatif.
Pelaksanaan tes Sub Sumatif diberikan pada pertemuan berikutnya, dengan soal tes terdiri dari keseluruhan materi yang sudah diberikan pada seluruh rangkaian siklus pertama sampai siklus terakhir. Dengan tujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan/pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari yaitu tentang gejala-gejala gelombang. Selanjutnya setelah selesai tes sub sumatif guru membagikan angket kepada seluruh siswa untuk mengetahui tanggapan siswa tentang proses pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning.
b. Refleksi Pembelajaran Siklus 3
Pelaksanaan pembelajaran siklus 3 berjalan lancar dan kondusif. Guru telah berhasil memberikan motivasi pada beberapa siswa, sehingga hampir seluruh siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Dalam diskusi kelompok sudah menunjukan aktifitas dari masing-masing siswa yang saling berinteraksi satu sama lainnya untuk saling membantu dalam menyelesaikan setiap permasalahan pada LKS. Tidak ditemukan lagi siswa yang bersenda gurau ataupun bermain-main seperti yang terjadi pada siklus sebelumnya.
Pada saat diskusi kelas betul-betul dari masing-masing siswa menunjukan kebolehannya, ada diantara mereka yang menirukan gaya dari para pemimpin ataupun dari para tokoh terkenal dalam mempresentasikan jawaban maupun dalam memberikan tanggapan. Hal ini menunjukan bahwa pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning sudah dapat mereka terima dan dapat dipahaminya. Sehingga suasana dari proses pembelajaran semakin eksis.
Pada saat yang sama pula guru sudah mulai memberikan penghargaan kepada seluruh siswa dalam proses pembelajaran sehingga suasana di kelaspun menjadi ramai dengan tepuk tangan yang begitu antusias dari para siswa. Dalam hal ini guru bersama-sama dengan mitra kerja kolaborasi mendiskusikan hasil refleksi pada pembelajaran siklus 3 ini untuk dijadikan bahan acuan pada pembelajaran yang akan datang.
B. Analisis Data Hasil Penelitian
1. Hasil Tes Formatif Dan Sub Sumatif
Data hasil tes formatif yang dilaksanakan pada setiap akhir tindakan dan dilanjutkan dengan tes sub sumatif, dilakukan analisis deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pencapaian ketuntasan belajar tiap individu maupun klasikal, serta rata – rata nilai tes setelah pembelajaran dengan menggunakan model reciprocal learning.
Berdasarkan kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan Dikmenum (dalam Suherman. 2001 : 6) bahwa seorang siswa dikatakan telah tuntas belajarnya jika persentase nilainya tidak kurang dari 65%, sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal bila persentse siswa yang telah tuntas belajar tidakkurang dari 85%. Untuk mengetahui ketuntasan belajar, rata-rata nilai tes, jumlah siswa yang tuntas, dan persentase taraf penguasaan konsep pada setiap tindakan dapat dilihat dalam tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.1
Rekapitulasi Data Hasil Tes
|
Jenis tes | Persentase Siswa Tuntas Belajar | Rata-rata Nilai Tes | Jumlah Siswa Tuntas Belajar | Persentase Taraf Penguasaan Konsep |
| TF 1 | 88,89 | 7,45 | 40 | 74,55 |
| TF 2 | 93,33 | 7,27 | 42 | 72,66 |
| TF 3 | 91,11 | 8,69 | 41 | 86,88 |
| TSS | 100 | 8,87 | 45 | 88,67 |
Keterangan
TF = Tes Formatif TSS = Tes Sub Sumatif
Berikut ini adalah diagram batang yang menunjukan persentase ketuntasan belajar siswa pada setiap pembelajaran disajikan pada gambar 4.1, sedangkan rata-rata nilai tes siswa disajikan pada gambar 4.2, jumlah siswa yang tuntas belajar disajikan pada gambar 4.3 dan persentase taraf penguasaan konsep disajikan pada gambar 4.4.
Gambar 4.1
Presentase Ketuntasan Belajar Siswa
Persentase ketuntasan belajar siswa disajikan pada gambar 4.1 menunjukan adanya peningkatan pada setiap proses pembelajaran. Terlihat ketuntasan belajar pada tes formatif I sebesar 88,89%, tes formatif 2 sebesar 93,33%, tes formatif 3 sebesar 91,11% dan ketuntasan belajar pada tes sub sumatif sebesar 100%, hal ini menunjukan bahwa model reciprocal learning pada proses pembelajaran fisika secara bertahap dapat diterima dan dipahami oleh para siswa.
Gambar 4.2
Rata-rata Nilai Tes Siswa
Rata-rata nilai tes siswa dari skor maksimal ideal adalah 10 (menggunakan skala satuan). Diperoleh nilai tes formatif I sebesar 7,45, tes formatif 2 sebesar 7,27. Tes formatif 3 sebesar 7,89 dan hasil tes sub sumatif sebesar 8,87. Hal ini menunjukan bahwa prestasi siswa pada pembelajaran fisika dengan model reciprocal learning meningkat.
Gambar 4.3
Jumlah Siswa Tuntas Belajar
Gambar 4.3 menyajikan jumlah siswa yang tuntas belajar. Pada umumnya dalam setiap tindakan siswa tuntas belajar. Hal ini terlihat dari hasil tes formatif 1 siswa yang tuntas belajar sebanyak 40 orang siswa, dari hasil tes formatif 2 sebanyak 42 orang siswa, sedangkan dari hasil tes formatif 3 sebanyak 40 orang siswa, selanjutnya dari hasil tes sub sumatif sebanyak 45 orang siswa.
Gambar 4.4
Persentase Taraf Penguasaan Konsep
Taraf penguasaan konsep dari hasil tes formatif 1 sebesar 74,55%, tes formatif 2 sebesar 72,66%, tes formatif 3 sebesar 78,89%, dan dari hasil tes sub sumatif sebesar 88,67% . berdasarkan criteria pemahaman siswa terhadap suatu pelajaran (Nugana, 1993 : 12), terlihat bahwa pada tindakan siklus 1 (hasil tes formatif 1) materi pelajaran cukup dipahami oleh siswa, walaupun masih belum seluruh siswa secara merata, namun pada tindakan siklus 2 dan seterusnya bahwa para siswa menunjukan tingkat pemahaman yang signifikan, begitu juga halnya dengan hasil dari tes sub sumatif.
2. Angket
Setelah pembelajaran hari ketiga dilaksanakan, siswa diberi daftar isian berupa angket untuk mengetahui tanggapan mereka terhadap pembelajaran fisika dengan model reciprocal learning. Data yang diperoleh kemudian direduksi, dikategorikan dan ditabulasikan, kemudian dihitung rata-rata skor siswa untuk setiap pernyataan. Rata-rata skor siswa dibandingkan dengan rata-rata skor netral yaitu 2,5. Adapun rata-rata skor siswa terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning disajikan pada tabel 4.2 berikut
Tabel 4.2
Rekapitulasi Data Hasil Angket
| No Pernyataan | Jumlah Skor | Rata-rata | Kategori |
| 1 2 3 4 5 6 7 8 9 | 147 146 139 127 151 134 140 160 123 | 3,27 3,47 3,09 3,36 3,11 3,56 2,82 2,97 2,73 | Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif positif |
| Skor Total Rata-rata Kategori | 1267 3,13 Positif |
Catatan : untuk lebih jelas mengenai pernyataan-pernyataan dalam tabel dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.2 menunjukan rata-rata skor siswa terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning untuk pernyataan yang bersifat positif (favorable) dan negatif (unfavorable). Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa rata-rata skor total siswa adalah 3,13 dan semua pernyataan mempunyai rata-rata skor di atas rata-rata skor netral yaitu 2,5. Artinya siswa mempunyai tanggapan positif terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning.
Pada pernyataan pertama siswa mempunyai tanggapan positif terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning dengan rata-rata skor sebesar 3,27. Sementara pada pernyataan kedua rata-rata skor mencapai 3,47, begitu pula dengan pernyataan ketiga dan keempat, siswa memiliki tanggapan positif dengan rata-rata skor sebesar 3,09 dan 3,36. Dan pada pernyataan selanjutnya pun siswa memiliki tanggapan posistif dengan rata-rata skor secara berurutan adalah : 3,11, 3,56, 2,82, 2,97, dan 2,73.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa tanggapan siswa terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning adalah positif.
C. Pembahasan
1. Prestasi Siswa
Hasil belajar siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peningkatan prestasi belajar siswa terhadap suatu konsep dalam pembelajaran fisika. Setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model reciprocal learning prestasi belajar siswa mengalami peningkatan.
Dari analisis ketuntasan belajar siswa yang disajikan pada tabel 4.1 terlihat persentase siswa dari hasil tes formatif 1 sampai tes formatif 3 mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan makin lama siswa menyadari dan memahami tentang penerapan model reciprocal learning. Walaupun pada awalnya mereka masih canggung dan malu-malu dalam hal menanggapi permasalahan maupun memberikan jawaban.
Ketuntasan belajar siswa selama pembelajaran dilaksanakan tercapai dengan baik, hal ini terlihat pada hasil tes seluruh tes yang terus meningkat. Rata-rata hasil tes, jumlah siswa yang tuntas belajar, serta taraf penguasaan konsep. Pada tindakan siklus 1 rata-rata nilai tes siswa sudah menunjukan nilai yang cukup baik. Pada tindakan siklus 2 rata-rata nilai tes siswa masih cukup baik walaupun sedikit menurun bila dibanding siklus 1. Selanjutnya pada tindakan siklus 3 rata-rata nilai tes siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terjadi karena siswa merasa lebih menyenangkan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model reciprocal learning, dengan adanya rasa kepercayaan dari diri mereka dan usaha motivasi dari guru yang begitu kuat membuat mereka lebih percaya diri serta keberanian mereka dalam menanggapi pertanyaan baik dari guru maupun dari sesama siswa. Untuk terus memupuk interaksi antar siswa dalam pembelajaran guru pun tidak henti-hentinya membimbing dan memberikan pengarahan kepada seluruh siswa sehingga mereka semakin aktif dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Hal ini yang mendorong pembelajaran dengan menggunakan model reciprocal learning semakin eksis dan kondusif.
Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
2. Tanggapa Siswa
Data hasil tes angket menunjukan bahwa tanggapan siswa positif terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan reciprocal learning. Hal ini ditunjukan oleh rata-rata skor total siswa dan rata-rata skor siswa tiap pernyataan yang pada umumnya di atas skor netral, jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tanggapan siswa terhadap pembelajaran fisika dengan menggunakan model reciprocal learning adalah positif.