Rabu, 27 April 2011

Dasar-dasar Penting Pmbelajaran Bahasa Indonesia di SMA

II.      DASAR-DASAR PENTING
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


A.  FUNGSI  DAN TUJUAN  PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Pembelajaran bahasa Indonesia berfungsi untuk:
a.   sarana pembinaan kesatuan dan persatuan bangsa;
b.   sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pelestarian dan pengembangan budaya;
c.   sarana peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk meraih dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
d.   sarana penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia yang baik untuk berbagai keperluan menyangkut berbagai masalah;
e.   sarana pengembangan penalaran;
f.    sarana pemahaman beragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusasteraan Indonesia.

Secara umum tujuan pembelajaran bahasa Indonesia  bagi siswa adalah sebagai berikut:
a.   Siswa menghargai dan membanggakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara.
b.   Siswa memahami bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan.
c.   Siswa memiliki kemampuan menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial.
d.   Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis).
e.   Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
f.    Siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.


B.      PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat untuk berkomunikasi. Komunikasi adalah proses penyampaian maksud dengan menggunakan saluran tertentu. Maksud komunikasi dapat berupa pengungkapan pikiran, persetujuan, keinginan, penyampaian informasi tentang suatu peristiwa, dan lain-lain. Hal itu disampaikan dalam aspek kebahasaan  berupa kata, kalimat, paragraf, ejaan dan tanda baca dalam bahasa tulis. Sedangkan dalam bahasa lisan perlu diperhatikan unsur  prosodi (intonasi, nada, irama, tekanan, tempo)

Dalam berkomunikasi ada pihak penyampai dan penerima pesan. Kedua pihak itu harus bekerja sama agar proses komunikasi berlangsung dengan baik. Kerjasama itu diciptakan dengan memerhatikan factor yang mempengaruhi proses komunikasi yaitu siapa yang diajak berkomunikasi, situasi, tempat, isi pembicaraan, dan media yang dipergunakan.

Bertolak dari uraian tersebut, maka pendekatanbpembelajaran bahasa Indonesia adalah pendekatan komunikatif, dimana proses pembelajaran diarahkan agar siswa terampil berkomunikasi. Siswa harus lebih banyak diberi kesempatan untuk berlatih berkomunikasi  secara lisan maupun tertulis, secara aktif maupun reseptif.bPembelajaran bahasa tidak diarahkan pada penguasaan konsep-konsep kebahasaan atau pengetahuan berbahasa. Begitu pula untuk pembelajaran sastra tidak dibawa pada penguasaan pengetahuan sastra, tetapi langsung diajak untuk menggeluti dan mengkreasi karya sastra, sehingga siswa akan semakin mampu menikmati, memahami,bmenghayati isi karya sastra dan berani mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidupnya



C.      PENILAIAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar